Sang Juara yang Berkomitmen

Iman, Pengharapan, Kasih
373 views | 0 Comments

Keberhasilan Jonatan Christie peraih medali emas tunggal putra bulu tangkis Asian Games 2018 adalah buah kerja keras dan ketekunannya berlatih selama berbulan-bulan tinggal di Pusat Pelatihan Nasional, Cipayung. Bagi Jonatan Christie atau lebih akrab dipanggil Jojo, bahwa komitmen dan konsisten menjadi kunci utama meraih keberhasilannya selama ini.  

 "Konsisten. Ini yang paling utama dan paling menantang. Konsisten dari segi prestasi dan bagaimana mengelola keadaan dirinya sendiri. Kalau suatu saat peringkat dia naik, tapi tidak bisa jaga pikiran, jaga fisiknya, tekniknya, mainnya, otomatis akan drop juga. Nah, itu tugas saya untuk membantu," ungkap Hendry Saputra, Pelatih Kepala Tunggal Putra Indonesia Hendry Saputra dalam situs resmi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Jojo menyadari kemenangannya selama ini sebagai anugerah dari Tuhan, sehingga ia tidak hanya menyandarkan usahanya sendiri untuk sebuah usaha tetapi ia juga bertekun dalam doa memohon pimpinan Tuhan. Kebiasaannya merenungkan Firman Tuhan dan rajin ke gereja menjadi modal untuk meraih kemenangan.

Baca juga:

Takut Akan Tuhan Awal Pengetahuan

Jojo yang bertinggi badan 179 cm dan berat badan 75 Kg ini mulai menekuni bulu tangkis sejak ia berusia enam tahun. Dorongan keluarga, khususnya ayahnya membuatnya terus bersemangat untuk serius menekuni olahraga bulu tangkis.

Pada tahun 2008 di usia 11 tahun ia berhasil menyabet tujuh trofi kemenangan. Di usia muda dengan segudang prestasi tidak membuat pria kelahiran 15 September 1997 ini menjadi jumawa. Ia menyadari untuk meraih prestasi lebih tinggi lagi perlu latihan yang lebih keras. Pada usia 15 tahun prestasinya semakin menanjak dengan keberhasilannya meraih gelar senior di ajang International Challenge 2013 di Indonesia. Nama Jonatan Christie semakin dikenal saat meraih emas tunggal putra di Asian Games 2018. Bagi Jonatan Christie prinsip bekerja dan berdoa menjadi semboyan hidupnya. Ia merasakan jamahan Tuhan untuk setiap usahanya. Kiranya prestasi Jonathan Christie tersebut menjadi berkat dan menjadi sebuah teladan bagi kita, bahwa setiap usaha harus disertai doa agar apa yang kita lakukan tidak menjadi sia-sia. []

(Laksono. Sumber: Berbagai sumber).

Editor: Budi Fajar Kadarmanto.

Share on:

0 Comments

Anda harus login terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar

About Us

Sarana Berbagi Firman Tuhan.

Digital Bible Community sebagai wadah muda-mudi kreatif di bidang multimedia dan teknologi informasi untuk bersama-sama mengekspresikan ide-ide kreatif sekaligus memuji dan memuliakan Tuhan. Ikuti Sosmed kami dan Tuhan Yesus memberkati.

Contact Us

Lembaga Alkitab Indonesia

Stay Connected

Facebook
Twitter
Instagram