Menggapai Mimpi Sejauh Doa

Iman, Pengharapan, Kasih
341 views | 0 Comments

Asian Games 2018 yang dilaksanakan di Jakarta dan Palembang, 18 Agustus - 2 September 2018 berhasil menempatkan Indonesia pada peringkat 10 besar dengan meraih 98 medali: 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu. Prestasi tersebut tentunya membanggakan kita semua, apalagi Indonesia juga dipuji sebagai tuan rumah yang sukses menyelenggarakan Asian Games ke-18.

Keberhasilan Indonesia tentunya atas kerja keras semua pihak, khususnya para atlet berjuang mati-matian untuk mengibarkan Merah Putih di pesta olahraga seluruh bangsa-bangsa di benua Asia. Semangat juangan atlet-atlet Indonesia  terlihat dalam diri Anthony Ginting, atlet bulu tangkis tunggal putra Indonesia yang terus bertanding meski sempat terkapar karena cedera kaki saat dikalahkan Shi Yuqi pemain China pada laga final beregu putra bulu tangkis di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (22/8/2018) malam. Meskipun Anthony Ginting gagal melanjutkan pertandingan karena cedera, namun di media sosial dibanjiri #Ginting dari waganet yang memberikan dukungan, simpati, dan penyemangat agar ia terus bangkit. Jutaan mata menyaksikan perjuangan mati-matian dari Anthony yang sudah menunjukkan tekad dan perjuangan Sang Juara.

Tekad dan semangat juang dari Anthony Ginting menarik untuk dijadikan panutan bagi kaum muda, khususnya bagi para pemuda Gereja. Selain tekun dalam berlatih bulu tangkis ia juga mengimbangi dengan kebutuhan spiritual, yakni dengan berdoa dan membaca Alkitab. Atlet nasional kelahiran Bandung 24 tahun lalu ini, lahir sebagai anak ke-4 dari 5 bersaudara dari keluarga Kristen yang taat akan Tuhan.  Karirnya sebagai atlet bulu tangkis dimulai dari usia belasan tahun. Demi meraih mimpi menjadi atlet bulu tangkis yang berprestasi, ia giat berlatih untuk mengasah kemampuannya. Untuk mengimbangi kehidupannya sebagai atlet, ia tidak lupa berdoa, membaca Alkitab dan bersaat teduh.

 Melalui kesaksian hidupnya yang ditulis dalam buku Inspirasi Generasi: 65 Kesaksian Hidup bersama Kitab Suci (2019) diceritakan bahwa Alkitab memberi topangan dalam hidupnya, seperti yang tertulis dalam Filipi 4:13, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Tuntutan menjelang Olimpiade 2020 ia rasakan begitu berat karena ia harus berlatih lebih keras, sistem poin dan harus tampil prima. Meski demikian beratnya beban Anthony tetap percaya bahwa campur tangan Tuhan akan meringankan bebannya.

Dalam perjalanan karir sebagai atlet nasional ia menghadapi banyak pertandingan yang seringkali menguras tenaga dan kadangkala tidak sesuai harapan yaitu menang. Menyadari bahwa sebagai makhluk lemah yang kadangkala mengalami kejenuhan, maka  firman Tuhan memberi penghiburan seperti Mazmur 23 yang selalu ia ingat. Firman tersebut menguatkannya, sehingga ketika ia mengalami kemenangan atau kekalahan semua itu ia percayai sebagai bagian dari rencana Tuhan.

Untuk menjaga stamina tubuh agar selalu fit, ia menjaga asupan makanan dan vitamin menjadi hal yang mutlak. Demikian juga untuk latihan yang dilakukan setiap hari untuk menjaga kebugaran tubuh dan kesiapan menghadapi pertandingan menjelang Olimpiade 2020. Anthony mempunyai prinsip bahwa menjaga tubuh tetap sehat merupakan keharusan, seperti juga ia menjaga kebutuhan rohaninya, dengan Firman Tuhan. Baginya kunci kesuksesan adalah selalu melakukan yang terbaik sampai titik penghabisan. Semoga perjalanan Anthony Ginting ini menjadi inspirasi bagi kita. []

(Laksono. Sumber: Berbagai sumber)

Editor: Budi Fajar Kadarmanto   

Share on:

0 Comments

Anda harus login terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar

About Us

Sarana Berbagi Firman Tuhan.

Digital Bible Community sebagai wadah muda-mudi kreatif di bidang multimedia dan teknologi informasi untuk bersama-sama mengekspresikan ide-ide kreatif sekaligus memuji dan memuliakan Tuhan. Ikuti Sosmed kami dan Tuhan Yesus memberkati.

Contact Us

Lembaga Alkitab Indonesia

Stay Connected

Facebook
Twitter
Instagram