Firman Tuhan Benteng Terkuat

Iman, Pengharapan, Kasih
347 views | 0 Comments

Hendaklah semua makhluk hidup memuji Tuhan. Pujilah Tuhan!  (Mazmur 150:6, BIMK)

Melantunkan puji-pujian bagi kemuliaan nama Tuhan merupakan persembahan ucapan syukur atas berkat-berkat yang Tuhan limpahkan dalam kehidupan sehari-hari. Pujian juga sebagai ungkapan doa-doa yang ingin disampaikan kepada Tuhan. Tentunya sosok Maria Shandi bagi umat Kristiani sudah tidak asing lagi dengan berbagai karya lagu pujian rohani yang telah memberi inspirasi rohani bagi pendengarnya. Kepopuleran album pertamanya yang berjudul “Sentuh Hatiku” mampu meraih Indonesia Gospel Awards pada tahun 2008. Setahun kemudian, tahun 2009 ia menelurkan album baru yang berjudul “Kupercaya JanjiMU”.

Maria Shandi dalam kehidupan kesehariannya sebagai seorang penyanyi rohani mendasarkan setiap langkah hidupnya pada firman Tuhan. Kedekatan dengan Tuhan melalui kehidupan pribadinya menjadi hal penting karena setiap lirik lagu harus dihidupi agar lagu tersebut menjadi pujian yang dipanjatkan secara khusuk. Bagi Maria Shandi sangat penting menjaga komunikasi dengan Tuhan melalui doa secara pribadi dan saat teduh.

Maria Shandi lahir 20 November 1988 dari keluarga yang taat dan takut akan Tuhan. Sejak kecil Ia diperkenalkan oleh orang tuanya. Menjelang tidur malam Ibunya membacakan cerita-cerita Alkitab. Ketertarikannya pada cerita-cerita Alkitab mendorongnya untukmemiliki Alkitab sendiri. Pada usia 8 tahun dari suahanya menyisihkan uang jajan ia berhasil memiliki Alkitab. Membaca dan merenungkan firman Tuhan menjadi rutinitas keseharian seorang Maria Shandi kecil. Ia menjadikan rutinitas tersebut sebagai sesuatu kegiatan yang berulang tanpa memaknai lebih dalam. Tidak lama berselang ia merasa bosan membaca Alkitab. Saat itu ia menganggap Alkitab hanya sebatas bacaan saja. Setelah mendalami pengetahuannya tentang firman Tuhan, ia menemukan bahwa Alkitab sebagai firman Tuhan yang hidup. Seperti yang dikutip dari buku Inspirasi Generasi: 65 Kesaksian Hidup Bersama Kitab Suci (2019) bahwa Alkitab adalah “surat cinta” Tuhan. Sehingga ia tergugah untuk membaca firman Tuhan sebagai kebutuhan hidup. Kerinduan untuk membaca Alkitab sebagai kebutuhan hidup perlu dengan topangan agar Roh Kudus memimpin dalam memahami firman Tuhan dalam kehidupannya sehari-hari.

Bagi Maria Shandi kehidupan yang berkenan di hadapan-Nya menjadi hal penting karena menjadi prasyarat yang harus dipenuhi agar layak tinggal bersama dengan-Nya. Ayat yang menjadi rhema Maria Shandi adalah Yohanes 14:3 “Sesudah Aku pergi menyediakan tempat untuk kalian, Aku akan kembali dan menjemput kalian, supaya di mana Aku berada, di situ juga kalian berada”.

 

Kaum muda mempunyai masa depan yang panjang dan perlu untuk menjaga diri agar tidak jatuh dalam pergaulan yang membawa kesesatan. Dengan membentengi diri membaca Alkitab dan merenungkannya akan menjauhkan kita dari perbuatan yang tidak berkenan di hadapan-Nya.[]

 

(Laksono. Sumber: Berbagai sumber).

Editor: Budi Fajar Kadarmanto.

Share on:

0 Comments

Anda harus login terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar

About Us

Sarana Berbagi Firman Tuhan.

Digital Bible Community sebagai wadah muda-mudi kreatif di bidang multimedia dan teknologi informasi untuk bersama-sama mengekspresikan ide-ide kreatif sekaligus memuji dan memuliakan Tuhan. Ikuti Sosmed kami dan Tuhan Yesus memberkati.

Contact Us

Lembaga Alkitab Indonesia

Stay Connected

Facebook
Twitter
Instagram